Postingan

Menampilkan postingan dari 2011

Gerimis Dan Dingin Kerinduan

Duduk disamping jendela kamar mandangin langit, matahari bersembunyi dibalik mendungnya. Secercah sinarnya masuk menerangi ku yang tak putusnya memerhatikan gerimis berjatuhan di atas dedaunan. Sambil mendengarkan lantunan instrument di handphone, “cinta dalam hati-ungu”, yang paling kusuka. Aku menjemput bayangmu, getar kerinduan yang dalam, tentang kamu yang sudah tak disini Tatap aku sebentar, rasakan kerinduan yang hebat, rindu kehadiranmu Mengapa semakin dingin disini seharusnya kamu tak pergi keberadaanmu adalah sumber kehangatan kami Gerimis memang mengingatkanku padamu Tapi gerimis tak pernah menghangatkan

Tempat Terindah

Diantara gerimis, ingatanku berputar, kisah-kisah yang pernah mampu menghadirkan tawa, senyuman yang lepas, bahkan tangis pilu. Kusandarkan diri pada segaris pohon, tepi danau yang tenang. Kadang kala kenangan akan ternampak sangat nyata, seperti saat ini. Kutolehkan pandanganku pada tiga titik yang semakin mendekat, semakin mampu tergambar, dua laki dan satu gadis SMP. Bercanda-canda, mengantar pada waktu yang sama, masa putih biru yang lugu. Ada satu yang paling indah saat itu, waktu mengendap-endap, mencuri kesempatan, hanya untuk mengagumi sosok tampan, mata yang syahdu, senyum yang menawan, bagai terbang melayang menembus cakrawala. Dan saat kembalipun aku menemukan diriku yang masih terkagum-kagum. Aku menyebutnya “cinta”. Tapi wajahku tertekuk saat orang dewasa itu menambahkan “monyet” di akhir kata. ‘cinta monyet’? hufft…. Ya sudahlah, terserah, yang penting aku damai walau hanya diteduhkan oleh wajahnya yang rupawan. (waktu terasa singkat berjalan)  ...