Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2015

Hujan dan Secangkir Kopi

Siang menjelang sore dan sedikit mendung tak lama kemudian, soreku cerah Karena terkadang mendung tak membutuhkan waktu lama Banyak orang yang cemas bila melihat langit mendung Katanya hujan akan segera datang katanya hujan menghambat jemuranku kering            hujan menghambat aktifitasku Tapi kalau dilihat dari sisi lain, sebenarnya hujan itu romantis, terutama bagi mereka yang duduk di samping jendela sebuah kedai kopi tua Mereka setuju,   Hujan dan secangkir kopi adalah pasangan yang sempurna "Aku mau pelangi", seru si wanita sambil memperhatikan hujan diluar jendela "Pelangi itu bonus...", kata si lelaki dengan tersenyum hangat Si wanita sekarang beralih memandang laki-laki di hadapannya, terkesima, terkagum pada tutur lelaki itu. "...bonus yang bisa berulang kapan dia mau, hanya saja tak akan sama, mungkin tempatnya, mungkin pula waktunya", lanjut si lelaki itu.

Terlalu Dini

Aku sudah salah mengambil langkah Harusnya aku diam saja Harusnya aku tidak menyimpulkan "perasaan suka" Terlalu dini Ini sungguh memalukan Mengetahui bahwa semakin kesini Semakin redup sinyalnya Semakin ia pendiam jika bersua Semakin bingung dengan lelucon kami yang tak lagi lucu Harusnya aku tidak menyimpulkan "perasaan suka" Terlalu dini Karena pengakuan cinta saat ini belum perlu  Karena pacaran telah disisihkan dari tujuan    Lalu untuk apa perasaan ini? Kembalikan aku pada masa itu Ketika tak ada pertanyaan-pertanyaan untuk tatapanmu, senyummu, juga tersipumu