Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Adikku

Dulu, aku menganggap Seorang adik ibarat boneka Yang jika aku ingin bermain dengannya Akan ku cubit gemas pipinya Kemudian merajuknya agar tak menangis lagi Begitu Berulang ulang Namun seiring dengan ia tumbuh dewasa Aku ingin selalu menjaganya Menjaga agar tak ada yang bisa membuatnya menangis Ia harus tumbuh besar dan tangguh Menjadi kebanggaan papa mama Paling tidak, bisa lebih dari kakaknya

Aku Masih Ingin

Terima kasih, sekali lagi kamu hadir dalam mimpi sahabat Meskipun saat terbangun, aku selalu menyesalinya, ternyata semua bukan nyata Aku masih ingin berpura pura tak perduli untuk kemudian kamu akan datang menggodaku Aku masih ingin duduk berdua dengan mu, mendengarkan lagu kesukaanmu Aku masih ingin disampingmu Taukah? Apa yang paling aku sesalkan? Bahkan dalam mimpi, aku masih saja gengsi mengakui aku rindu kamu