Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Saya Cinta Anda

Kala cinta hadir Lantas saya harus mengatakan "saya cinta anda"? Sehambar itukah? Jika saya mencintai anda dalam diam yang tergantung Dan mengagumi anda dalam bahagia yang tercekik   Tentu ini masih sebuah cinta bukan?

Hujan dan Secangkir Kopi

Siang menjelang sore dan sedikit mendung tak lama kemudian, soreku cerah Karena terkadang mendung tak membutuhkan waktu lama Banyak orang yang cemas bila melihat langit mendung Katanya hujan akan segera datang katanya hujan menghambat jemuranku kering            hujan menghambat aktifitasku Tapi kalau dilihat dari sisi lain, sebenarnya hujan itu romantis, terutama bagi mereka yang duduk di samping jendela sebuah kedai kopi tua Mereka setuju,   Hujan dan secangkir kopi adalah pasangan yang sempurna "Aku mau pelangi", seru si wanita sambil memperhatikan hujan diluar jendela "Pelangi itu bonus...", kata si lelaki dengan tersenyum hangat Si wanita sekarang beralih memandang laki-laki di hadapannya, terkesima, terkagum pada tutur lelaki itu. "...bonus yang bisa berulang kapan dia mau, hanya saja tak akan sama, mungkin tempatnya, mungkin pula waktunya", lanjut si lelaki itu.

Terlalu Dini

Aku sudah salah mengambil langkah Harusnya aku diam saja Harusnya aku tidak menyimpulkan "perasaan suka" Terlalu dini Ini sungguh memalukan Mengetahui bahwa semakin kesini Semakin redup sinyalnya Semakin ia pendiam jika bersua Semakin bingung dengan lelucon kami yang tak lagi lucu Harusnya aku tidak menyimpulkan "perasaan suka" Terlalu dini Karena pengakuan cinta saat ini belum perlu  Karena pacaran telah disisihkan dari tujuan    Lalu untuk apa perasaan ini? Kembalikan aku pada masa itu Ketika tak ada pertanyaan-pertanyaan untuk tatapanmu, senyummu, juga tersipumu

Hai Si Pemilk Mata Sayu

Sulit melepaskan wajahmu dalam pandanganku Bahkan dalam mimpi kau tak pernah luput Hampir setiap hari aku menantikan episode terbaru dari mimpiku, karena aku tau kamu pasti hadir Mengapa tak bertemu langsung? Karena jarak, dan hanya dalam kesempatan tertentu saja aku bisa melihat matamu Lagi-lagi mata sayu itu, sekarang aku senyum-senyum sendiri bila mengingat tatapan itu Dan aku sekarang malu, sebab setelah menatap mata itu, aku menjadi salah tingkah, kikuk, sudahlah, itu memalukan

Rindu Macam Apa

Rindu macam apa Menggebu-gebu Rasanya dada penuh Namun tetap harus menunggu Ketika rindu, tapi hanya boleh berdoa, Rindu macam apa? Kemudian kuhela nafas Memohon ampun Sebab mengeluh tiada guna Tunggu saja, jawabannya akan datang, tentu saja lebih indah dari yang dibayangkan Janji Allah tak pernah ingkar

Di Ujung Titian

Bermasalah dengan waktu Menjerat kerinduan untuk menunggu Masih menanti Untuk sebutir bening janji Di ujung titian Berharap pula pada waktu Dengan mengirim kesepian dan keheningan danau ini Meminta bantuan sang merpati Sabar akan mengatup Jeritan-jeritan kesunyian Karena tak ingin penghuni danau Terbangun kejut Aku mengerti Bahkan sebelum awan menjelaskan Sebelum ia meliukkan bentuknya Menyerupai kalimat dorongan Untuk menjiwa kedewasaan 

Merah

Biarkan ombak mengikisnya Karena tak ada yang Mengharapkan keberadaannya Hanya sebagai sampah Tak berarti di matanya Ketegaranku berdiri diatas Batu karang Tetesan air mata Dipecah oleh hantaman air laut Mata memerah Selaras warna langit Inikah saatnya Saat dimana kegelapan menyambut Kaki polos tanpa alas Kini berkerut Dimakan asinnya air laut Namun masih tetap ingin disini Aku tak ingin lingkaran cahaya Habis oleh garis pembatas Biarkan aku menatap Merah yang berubah kelam

Saat Kita Hanya Bisa Merindu

Rindu itu akan semakin kuat Rasanya seperti sesuatu melilit di dada, kian erat Aku sudah sampai pada titik itu Pikirku, setelah menangis, semua akan lega Pikirku, menjemputmu dalam mimpi, rasanya bisa lega Aku salah mengira Ternyata rindu inilah jawabannya Rindu yang selalu aku adukan pada Sang pemilik rasa Yang pada saatnya, aku percaya Ia akan menyatukan dua orang yang tak saling mencari tapi yang saling mencari jawaban padaNya

Ruang Tanpa Waktu

Disaat kau sudah tak bermimpi Aku yang memimpikanmu Mimpi pun tak selalu menjadi kenyataan Begitu pula dengan mimpiku Kini hanya ada kau dan aku Berdiam diri bagai orang asing Berada dalam ruang tanpa waktu Gelap dan dingin Dalam gelap aku mencari kejujuran Namun tak terlihat olehku apa-apa Nyalakan api untukku Bantu aku mencarinya Dan aku pun akan selalu Setia menunggu Walau dingin Selalu menyelimuti

Bahagia

Wilayah yang gersang Kini mulai merasakan hidup kembali Karena air hujan itu Menghilangkan dahaga silam Seakan hujan ingin membagi Kebahagiaan ku Pada segenap yang bernafas Bahagiaku.. Seluas jagad raya ini.. Ku kabarkan pada bunga-bunga Ku bawa angin bersamaku Malambung.. Terbang.. Kicauan burung-burung Menjadi awal suara kehidupan ku Rumput berembun Sebagai awal langkahku Kusedekahkan senyumku Karena aku bahagia..

Kesalahan

Aku letih Ribuan mil telah ku lalui Menyeberangi samudera Terik mentari bukan pantangan Bertanya pada setiap manusia Hanya untuk mancari Sebuah kesalahan Dua tahun bak dua abad Mengarungi kesunyian dunia Melawan badai keegoisan dan amarah Namun aku masih tetap tegar Di dinginnya malam Berbisik di telinga Kesalahan waktu itu Yang tidak aku sadari Air mata mengucur deras dari bola mataku Mulutku tak hentinya memaki diri ini Mengapa baru ini aku mengetahuinya? Sebuah kesalahan yang membeku Ingin aku berlari mundur Hidup di masa itu lagi Aku ingin menepati janjiku Namun itu hanya sebatas Keinginan bodoh Menyesal…. Satu permintaan ku saat ini Dengarkan permohonan maafku

ABCD...

Ketika aku mengikuti A, aku menjadi orang lain Namun ketika aku mengikuti D, aku kembali, menemukan diriku yang hilang Tetapi, keadaan meminta aku berada diantaranya, mungkin B, mungkin pula C

Untuk Papa

Sebenarnya ingin seperti ulang tahun ulang tahun kebanyakan Mengucapkan ulang tahun tepat pukul 00.00 Tapi ovi tau, papa pasti masih lelah Biar saja papa beristirahat dulu Biar nanti saja seusai shalat subuh Lina di Dompu pasti sudah lebih dulu mengucapkannya, berlari dari kamarnya ke kamar papa, loncat ke tempat tidur, papa biasanya selesai shalat sedang baring baring disitu. Sekarang ovi dan annis di Malang, cuma lewat telepon Pa. Maaf. Bersama-sama ovi dan annis ucapkan "Selamat ulang tahun Papa" Kenapa suara ovi bergetar? Mungkin karena... Tapi annis tetap melanjutkan... "panjang umur papa, murah rezeki, selalu sehat" Kali ini bersamaan... "amin" Mungkin karena... Ovi sedang bertanya pada diri sendiri Apakah ini layak untuk berbahagia? Sedang ini artinya Tuhan sudah mengambil 1 tahun usia papa. Setelah mengucapkan terima kasih, kali ini papa memberi tebakan, "tebak, umur papa berapa?" ovi masih diam, tapi juga ikut menghit...

Adikku

Dulu, aku menganggap Seorang adik ibarat boneka Yang jika aku ingin bermain dengannya Akan ku cubit gemas pipinya Kemudian merajuknya agar tak menangis lagi Begitu Berulang ulang Namun seiring dengan ia tumbuh dewasa Aku ingin selalu menjaganya Menjaga agar tak ada yang bisa membuatnya menangis Ia harus tumbuh besar dan tangguh Menjadi kebanggaan papa mama Paling tidak, bisa lebih dari kakaknya

Aku Masih Ingin

Terima kasih, sekali lagi kamu hadir dalam mimpi sahabat Meskipun saat terbangun, aku selalu menyesalinya, ternyata semua bukan nyata Aku masih ingin berpura pura tak perduli untuk kemudian kamu akan datang menggodaku Aku masih ingin duduk berdua dengan mu, mendengarkan lagu kesukaanmu Aku masih ingin disampingmu Taukah? Apa yang paling aku sesalkan? Bahkan dalam mimpi, aku masih saja gengsi mengakui aku rindu kamu