Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Selamat Ulang Tahun

Selamat ulang tahun sahabat Ini sudah yang kesekian kalinya mengucapkannya tanpa menjabat tanganmu  Namun aku akhirnya menyadari akan keluasan makna dari kata “sahabat” Yang meski tidak selalu bertemu  Dan tak selalu menghabiskan waktu bersama  Kita masih sahabat Semoga menjadi pribadi yang dewasa Minimalkan mengeluh, perbanyak kerja keras Soal jodoh, gak akan kemana, tak perlu terlalu dipikirkan Semoga sehat selalu  Dan kesuksesan menyertaimu

Lagi, Aku Rindu Kamu

Aku selalu berkhayal Kita duduk berdua, aku bernyanyi dan kamu mengiringi dengan petikan gitar Sedang mereka masih bercanda-canda tak mempedulikan kita Senandung-senandung yang tak henti hingga senja Kala malam pun, kita masih punya bahan untuk kita ceritakan, bersama sahabat Tawa apa yang tak lebih bahagia selain dengan sahabat Suasana apa yang tak lebih hangat selain dengan sahabat Ah, intinya aku sedang rindu kamu Aku ingin mengajakmu ke pantai Kita bisa nyanyi-nyanyi di tepinya Kamu boleh memainkan gitarmu Bukankah itu menyenangkan?

Aku Masih Ingin

Terima kasih, sekali lagi kamu hadir dalam mimpi Meskipun saat terbangun, aku selalu menyesalinya, ternyata semua bukan nyata Aku masih ingin berpura pura tak perduli untuk kemudian kamu akan datang menggodaku Aku masih ingin duduk berdua dengan mu, mendengarkan lagu kesukaanmu Aku masih ingin disampingmu Taukah? Apa yang paling aku sesalkan? Bahkan dalam mimpi, aku masih saja gengsi mengakui aku rindu kamu

Tujuh Wajah

29/9/2013 Cukup kehilangan satu kali, untuk membuat rasa sayang diantara kami kian kokoh. Ini bukan tentang sahabat yang sekarang, ataupun yang dulu. Karena kadang kamu perlu berhenti bahkan putar haluan ketika semuanya terasa berbeda dan kamu tak bisa mengikutinya. Tidak perlu satu atau dua, sahabat boleh banyak. Siapa yang melarang? Pernah hati kecil menangis, manakala melihat sebuah foto, tujuh wajah mengguratkan kebahagiaan yang dulu pernah ada dua wajah lagi disitu. Aku dan dia. Jiika saja Tuhan tidak lebih menyayangi dan mengambil cepat dirinya, ia pasti tetap disana, bersama tujuh wajah. Sedang aku, masih disini. Melihat dari sini.