Gerimis Dan Dingin Kerinduan
Duduk disamping jendela kamar mandangin langit, matahari bersembunyi dibalik mendungnya. Secercah sinarnya masuk menerangi ku yang tak putusnya memerhatikan gerimis berjatuhan di atas dedaunan. Sambil mendengarkan lantunan instrument di handphone, “cinta dalam hati-ungu”, yang paling kusuka. Aku menjemput bayangmu, getar kerinduan yang dalam, tentang kamu yang sudah tak disini Tatap aku sebentar, rasakan kerinduan yang hebat, rindu kehadiranmu Mengapa semakin dingin disini seharusnya kamu tak pergi keberadaanmu adalah sumber kehangatan kami Gerimis memang mengingatkanku padamu Tapi gerimis tak pernah menghangatkan