Postingan

Kau Mampir Hari Ini

Gambar
Usai shalat subuh, Persiapan berdoa Tiba tiba terlintas mimpi semalam “Aku memimpikan anak pertamaku” Air mataku mengalir deras,  Mimpi itu seperti bertemu langsung, rindu cukup terobati *** Aku sedang memegangnya di hadapanku, memandang wajahnya lamat lamat seperti memastikan ini kah anakku Rin, Alisnya, tahilalat diatas alis kiri, dipelipis kiri, dihidung, dibawah bibir Bulu mata lentik Air mata tak terasa mengalir “Maafkan bunda nak” Permintaan maaf itu terlontar begitu saja tanpa mengharap jawaban “Gak apa apa bunda” Sepersekian detik memaku, agak kaget tapi kupastikan itu memang suaranya yang sudah tidak lagi aku dengar akhir akhir ini Buru buru aku ajukan pertanyaan lagi, seperti—ini mungkin kesempatan terakhir “Rin bahagia disana?” Kuperhatikan dalam dalam raut wajahnya Hanya anggukan lalu tersipu, ekspresi yang sama, seperti dulu saat aku bertanya—siapa sahabat terbaik Rin?

Yang paling berat dari kepergian mu…

Gambar
“ Rindu tapi tidak bisa memeluk” Rindu Zayn pada Abang Rin Adik baru 2 tahun, baru belajar mengelola emosi, baru sebulan menyapih, tapi dihadapkan dengan griefing Duka Tengah malam selalu terbangun, menangis, seperti ada yang mengambil miliknya Pagi terbangun seperti linglung, apa yang terjadi? Kenapa orang bersedih? Mana teman mainku?  “Sebisa mungkin dialihkan” kata seorang psikolog setelah berkonsultasi dengannya Tapi semuanya tentang Abang, kamar ini, baju baju ini, mainan ini, jalanan ini, tempat ini, lagu ini… Tiap kemana-mana minta diputarin lagu Boboiboy, lagu yang biasa mereka nyanyikan sampai suara mereka serak Dikamar sebelum bobo ajak bunda main perosotan super bumble stick (magnetic tiles), lalu loncat kasur, setelah itu nyalakan lampu planet, Mandi minta buat kolam, dengan tutup ember ditambah sabun, karena itu yang pernah Abang lakukan Pakai baju maunya baju merah yang biasa Abang pakai, walau kedodoran, Adik senang Saat makan minta sambil main lego atau melukis, kar...

Sebesar apa sayangnya Rin ke Bunda?

Gambar
Kalau ayah gangguin bunda, becandain bunda, Rin selalu di depan belain bunda, pokoknya bunda gak boleh sedih, dan ayah akan Rin teriakin Kalau bunda lagi berselisih sama tato umi, walaupun tato umi benar sekalipun, Rin selalu di sebelah bunda, membela bunda, dan ngomel ngomel ke Tato umi Kalau bunda sakit, Rin akan sangat khawatir, bunda di selimutin, diambilin air minum bahkan dokter bakal di katain Rusuh karena sudah cabutin gigi bundanya. “Rusuh” kata paling kasar yang pernah keluar dari mulut Rin Rin tetap memaafkan bundanya ini walaupun Rin pernah dibentak bunda, setelah bunda merasa bersalah dan minta maaf, gak butuh waktu lama Rin langsung memaafkan saat itu juga  Puncak rasa sayangnya Rin, Rin akan menjadi penolong bunda, syafaat bunda di akhirat kelak,  Masyaallah begitu besar rasa sayangmu nak, gak ada apa apanya rasa sayang bunda disini, tapi Rin harus tau kalau bunda selalu rindu dan sayaaang sekali sama Rin, Rin separuh jiwanya bunda, kita selalu bersama, cuma mau...

#kiraharu

Gambar
Kita melintasi malam Terasa sama dengan purnama dulu Mungkin bedanya kaca bus ini lebih lebar, aku bisa melihat leluasa pemandangan diluar, dan bersandar lembut di bahumu Sudah di Maronge, playlist sedari tadi yang terputar adalah lagu lagu indie, rasanya pas melodinya dengan langit malam yang melankolis, Tidak banyak bintang malam ini, tidak mengurangi syahdu perjalanan kita

Kisah Sang Penyair

Gambar
Penyair telah sampai pada ujung senja Namun tak kunjung menulis jua Rupanya rindu ia tinggal di secarik kertas dan pena Dan sekarang berjodoh dengan telepon-pintar Selalu bersama, merekam cerita mereka berdua selamanya Tamat.

Adikku 21 tahun

Adikku sayang Doa doa terbaik tidak pernah putus kakak panjatkan Rasa sayang tak pernah hilang meski seringnya kita berselisih paham Pertengkaran-pertengkaran kecil kita sejatinya malah membuat kita semakin saling membutuhkan Bila sayang kakak pada adiknya bisa digambarkan Adalah sesederhana anak 4 tahun ingin memangku adiknya yang baru berusia 1 tahun Adalah sebahagia anak 5 tahun yang sedang berlompat-lompat agar adik 2 tahunnya tertawa Adalah protektifnya anak 7 tahun melarang adik 4 tahunnya belanja sendirian di kios depan rumah Adalah sedekat anak 9 tahun yang selalu pulang sekolah harus bersama sama meskipun beda jam pulang sekolah dengan adik 6 tahunnya Adalah seposesifnya kakak 16 tahun yang menyadari bahwa adik 13 tahunnya sudah ada yang suka Adalah serapi dan terperincinya kakak 20 tahun menyiapkan segala kebutuhan adik 17 tahunnya yang baru masuk kuliah Adalah seperhatian dan khawatirnya kakak 22 tahun saat tau adik 19 tahunnya sedang sakit di kamar kosnya Adala...

Hampir saja Jatuh Hati

Hampir saja semua akan dimulai Sedikit lagi Mungkin aku akan jatuh... hati... Apa yang bisa mematahkan ketakutanku? Apa ada cara membuka kembali hatiku? Tidak dengan semua kalimat itu, meski kuakui, ada sedikit yang mencair Hanya sedikit Aku pelit soal ini Sepertinya Iya, tapi Tidak Seperti Menerima, tapi Tidak Kecenderungan mendua Ini yang menutup pintu hati rapat dan terlalu rapat Inilah mengapa menjadi yang paling sulit untuk dipelajari kaum kami, Seperti Menerima, tapi Tidak Tak perlu menunggu Bahkan aku tak tahu ujung dari menunggu Pun aku tak tahu siapa yang aku tunggu, tidak juga kamu