Dia Yang Aku Sebut Sahabat
“Dan juara pertama untuk lomba MIPA tahun ini diraih oleh…. Yudha Pratama”. Begitu ucap juri pada perlobaan MIPA. Yudha Pratama? Hatiku bertanya-tanya sendiri, siapakah gerangan pemilik nama itu, kenapa ia selalu juara satu setiap ada perlombaan seperti ini. Apakah aku iri? Yang jelas aku penasaran. Awalnya aku memerhatikan langkah kaki yang berjalan menuju panggung. Sepatu hitamnya, celana biru, kemeja putih, dasi biru dan… wajahnya…. Deg ! jantungku tiba-tiba seperti tidak pada tempatnya. Sungguh, dia tampan. Kali ini aku melihatnya dengan berbeda. Mungkinkah saat ini dia telah memikat hati ku? Mataku sudah tak dapat melepaskan pandangan pada wajah tampan itu, matanya yang sayu, hidung mancung, dagu yang manis, dan, ohh.. senyumnya. Sepertinya aku akan terbang, dan aku menunduk, memastikan kakiku masih menginjak lantai. “Ve..! Verizha !”, suara Inge mengagetkanku. “Apa?! Enggak perlu teriak kali ! aku kan ada persis disebelahmu”, jawabku. “kamu sih! Kok bengong, matamu ga...