Melodinya Berbeda

Aku ingin melihat alang-alang tumbuh memenuhi
sekelilingku.
Bukan tembok-tembok besar ini.

Aku ingin menghirup udara segar dari pegunungan hijau
Bukan debu dan asap knalpot itu

Aku ingin mendengar burung-burung berkicauan
Bukan suara kendaraan yang menderu-deru.

Kini, saat aku ingin melihat langit malam, atap, dan kabel
dari tiang listrik itu menghalangi.
Bukan sekedar cahaya yang ku mau.
Meski setiap malam, di sudut-sudut jalan, lampu
berwarna-warni dipajang.
Tetaplah cahaya bintang dan rembulan yang menepis rindu.

Rindu.
Aku tak bisa lagi menatap hujan yang berjatuhan pada
dedaunan sambil menghitung mundur waktu  pertemuan denganmu
Karena melodinya berbeda sekarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kau Mampir Hari Ini

Yang paling berat dari kepergian mu…

Sebesar apa sayangnya Rin ke Bunda?