Kau Mampir Hari Ini

Usai shalat subuh,

Persiapan berdoa

Tiba tiba terlintas mimpi semalam

“Aku memimpikan anak pertamaku”


Air mataku mengalir deras, 

Mimpi itu seperti bertemu langsung, rindu cukup terobati


***


Aku sedang memegangnya di hadapanku, memandang wajahnya lamat lamat seperti memastikan ini kah anakku Rin,

Alisnya, tahilalat diatas alis kiri, dipelipis kiri, dihidung, dibawah bibir

Bulu mata lentik

Air mata tak terasa mengalir

“Maafkan bunda nak”

Permintaan maaf itu terlontar begitu saja tanpa mengharap jawaban


“Gak apa apa bunda”

Sepersekian detik memaku, agak kaget tapi kupastikan itu memang suaranya yang sudah tidak lagi aku dengar akhir akhir ini


Buru buru aku ajukan pertanyaan lagi, seperti—ini mungkin kesempatan terakhir

“Rin bahagia disana?”

Kuperhatikan dalam dalam raut wajahnya

Hanya anggukan lalu tersipu, ekspresi yang sama, seperti dulu saat aku bertanya—siapa sahabat terbaik Rin?




Komentar

  1. Anak laki2 tercinta....tunggu bunda..ayah..adik zayn nenek kakek..uak onty adik2 kk abang rin ya...kita bertemu lagi Aamiin

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Yang paling berat dari kepergian mu…

Sebesar apa sayangnya Rin ke Bunda?