Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2012

Jangan Hadir Lagi

Peristiwa sore itu seperti mimpi buruk, bahkan bisa lebih menyeramkan. Dimanapun aku menyusuri pikiranku, ia selalu menampakkan diri, sangat cepat namun jelas. Tidak hanya sekali, tetapi sering. "Tiiiiiidddaaaaaaakkk ! Hapus semua itu dari memoriku !!" Aku meremas bukuku, aku terlihat sedang membaca, tapi sebenarnya tidak. Mataku menyorot tajam buku, hampir membakar buku, tatapan itu seperti marah atau takut. Pandanganku kosong. Nafasku berat, aku akan menghembuskannya, dan... semakin panjang hembusannya, hembusan yang semakin lega. Berusaha mengalihkan pikiran. Itu tadi mengerikan ! Besok atau lusa, atau nanti, atau beberapa menit lagi, bisa jadi ia hadir lagi.

Ia Telah Pergi

Langkahnya semakin menjauh, aku hanya bisa menatap punggungnya, mengenakan kaos hitam, tangan disembunyikan dalam saku celananya. Aku teriak memanggil namanya, namun tak terdengar suaraku. Ia tetap berjalan. Aku mengejar, dan masih terus berusaha memanggil. Lama, Suaraku akhirnya terdengar dan mataku pun terbuka menjelalat sekeliling. Cahaya temaram dari lampu kecil di sudut kamar mengenai setiap benda disekitarku, aku mengenali. Langit-langit kamar yang polos, pintu, lemari, dan meja. Aku telah terbangun dari mimpi, dengan keringat masih mengucur, dan nafas yang belum teratur. Tetapi bukan sekedar mimpi Sebenarnya. Ia benar-benar pergi. Ia telah pergi.