Jangan Hadir Lagi
Peristiwa sore itu seperti mimpi buruk, bahkan bisa lebih menyeramkan. Dimanapun aku menyusuri pikiranku, ia selalu menampakkan diri, sangat cepat namun jelas. Tidak hanya sekali, tetapi sering.
"Tiiiiiidddaaaaaaakkk ! Hapus semua itu dari memoriku !!"
Aku meremas bukuku, aku terlihat sedang membaca, tapi sebenarnya tidak. Mataku menyorot tajam buku, hampir membakar buku, tatapan itu seperti marah atau takut. Pandanganku kosong.
Nafasku berat, aku akan menghembuskannya, dan...
semakin panjang hembusannya, hembusan yang semakin lega.
Berusaha mengalihkan pikiran.
Itu tadi mengerikan !
Besok atau lusa, atau nanti, atau beberapa menit lagi, bisa jadi ia hadir lagi.
"Tiiiiiidddaaaaaaakkk ! Hapus semua itu dari memoriku !!"
Aku meremas bukuku, aku terlihat sedang membaca, tapi sebenarnya tidak. Mataku menyorot tajam buku, hampir membakar buku, tatapan itu seperti marah atau takut. Pandanganku kosong.
Nafasku berat, aku akan menghembuskannya, dan...
semakin panjang hembusannya, hembusan yang semakin lega.
Berusaha mengalihkan pikiran.
Itu tadi mengerikan !
Besok atau lusa, atau nanti, atau beberapa menit lagi, bisa jadi ia hadir lagi.
Komentar
Posting Komentar