Untuk Sebuah Perpisahan
Haru bukan bermaksud meng-ojek-kan Kira, meski kelihatannya begitu, tapi Haru benar-benar tidak punya alasan lain agar bisa terus berada di dekat Kira selain meminta Kira mengantarkan ia ke suatu tempat. Besok Haru sudah harus balik ke Bandung. Padahal sore ini adalah waktu yang pas untuk perpisahan, dan nampaknya Kira di sore ini telah pada puncak kejenuhannya. “Repot banget sih kamu, tau gak sih aku kepanasan!” hardik Kira. Haru bukan kepalang terkejutnya. Sepanjang jalan Haru terus meminta maaf, namun Kira hanya menjawab dengan “hmm” saja. Akhirnya Haru memilih diam. Dalam diam Haru memikirkan semua yang ia harapkan dari Kira sebelum berangkat. Haru ingin Kira menciumi keningnya seperti dulu, Haru ingin merekam dalam gambar sebuah sunset di puncak bukit bersama Kira, dan Haru ingin melihat senyum Kira sebagai tanda perpisahan. Kini itu semua hanya keinginan semu belaka. Haru sungguh sedih. Tak bisa ia bayangkan beberapa bulan kedepan akan melewati hari sendiri tanpa Kira. “Mung...