Romantiiiisss


Haru dapat menghitung dengan jarinya, sisa waktu ia berada disini. Tinggal 3 hari lagi, nampaknya waktu sedang berlaku curang terhadap Haru, mengapa waktu untuk bersama Kira hanya sebentar saja. Haru harus memanfaatkan waktu yang tersisa itu dengan baik, ia mau terus bersama Kira, menghabiskan waktu bersama Kira.

Tak ada ekspresi yang bisa Haru lukiskan untuk waktu yang ia lewati bersama Kira, selain senyuman dan tawa yang lepas, sesekali memang ada kesal, dan cemberut yang Haru buat, tapi sesungguhnya itu hanya taktik manja dari seorang Haru, yup gadis yang kekanak-kanakan.

Masih saja sempat Haru layangkan senyuman untuk siang yang terik itu, Kira sudah mengeluarkan keluh peluh mengumpat pada matahari yang mencoba menusukkan panas ke tubuhnya, tapi lihat Haru, Haru hanya tertawa melihat tingkahnya itu. Haru sudah terbiasa dengan Kira yang selalu mengeluh, panaslah, laparlah, mengantuk, dan semacamnya, hehehe kalau tidak mengeluh, bukan Kira namanya. Mereka berjalan menuju sekolah di siang hari itu, jalan-jalan saja sih, siapa yang peduli tujuannya apa, yang pasti bisa bersama Kira, itu yang terpenting buat Haru.

Kapan ya terakhir kali Haru kehujanan? Wah sudah lama sekali. Dan sekarang Haru kehujanan bersama Kira, cuaca hari ini memang aneh bin ekstrim, setelah panas yang mencekam lalu disusul hujan yang mengguyur. Ketika Kira hendak mengantar haru pulang. Haru berseru diantara serbuan air hujan yang menabrak mereka berdua “Romantis…!!!”. Teman-teman Haru, bahkan Kira bosan dengan kata itu, Haru selalu mengucapkannya, mengekspresikan perasaannya yang selalu melankolis. Itu dia sifat Haru yang lainnya, melankolis.

Flashback sedikit sebelum mereka menerobos hujan yang deras itu. Sebelumnya mereka berteduh dahulu di depan sebuah warung, bermaksud menunggui hujan hingga ia reda, paling tidak sampai ia berubah menjadi gerimis. Tapi nampaknya hujan malah bercanda, tidak, hujan serius, ia makin deras dan tak ada tanda-tanda ia akan mereda dalam waktu dekat. Karena di dalam tas Haru ada kamera, dan Haru tak akan bersedia bila kameranya kenapa-napa. Kira akhirnya berinisiatif membeli kantung plastik untuk dibungkuskan pada si kamera, sehingga kameranya akan selamat dari air hujan. Ketika Kira sedang sibuk membungkus kamera Haru dengan kantung plastik itu, Haru senyum tergila-gila dengan si pemilik wajah manis dihadapannya itu, dan Haru berseru “roomaaannntiiis” –lagi.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kau Mampir Hari Ini

Yang paling berat dari kepergian mu…

Sebesar apa sayangnya Rin ke Bunda?