Berkunjung ke Rumah Nenek


Aku paling senang jika harus berkunjung ke rumah nenekku di Kampung Rato. Walaupun nenek tiri, tapi super baik deh orangnya, apa lagi kepadaku. Aku jadi ingat ketika aku masih kelas 4 SD, rumahku letaknya jauh dari SD-ku, dan kebetulan rumah nenek tiriku tua dade –begitu panggilanku buatnya, dekat dengan SD-ku. Aku akhirnya disarankan pulang ke rumah tua dade baru setelah itu dijemput disana, atau mungkin diantar papi Feri (anaknya tua dade).

Ada banyak yang diajarkan mereka kepadaku setiap kali aku ada disana, mulai dari mencuci tangan di kobokan (air di mangkuk kecil) ketika makan bersama, kata tua dade “jangan dicipratin sembrono seperti itu, tapi dengan halus dan sopan” tua dade mempraktekkannya, dengan ayu gemulai, err… lebay juga, tapi kalau dilihat-lihat diterawang lebih jauh, bisa ditebak dulunya tua dade adalah sosok wanita yang cantik jelita, anggun dan ayu. Hm hm.

Pelajaran ke-dua, “harus banyak-banyak minum”. Bisa dibayangkan aku dulunya kalau minum, hanya seperempat gelas –padahal sudah disediakan air segelas penuh. Sangat mubajir sekali yah.

Banyak sih sebenarnya yang diajarkan, dan aku amalkan hingga sekarang. Sungguh beruntung memiliki nenek seperti tua dade, lebih beruntung lagi kalau sudah makan masakannya. Wuiiidiiihh mantap abis dehh!! Masakan tua dade itu masakan tradisional, pokoknya khas banget masakan daerah Dompu-NTB.

Hari ini kunjunganku lagi, baru ini aku bisa kesini lagi, tidak sesering ketika masih SD. Aku langsung disuguhi makan siang –aku datang kayaknya waktunya disengaja apalagi dengan membawa perut kosong, hehehe. Masakan siang ini adalah, uta laja, utambeca pondalandu, sambal mangge moro + sepi, tempe priya. Wow. Dan ketika aku mulai menyentuh nasi dan menggumpalkannya seukuran sedemikian rupa agar bisa masuk ke mulut, (lebih nikmat makan pakai tangan saja), dan suapan pertama mampu membawa aku berada di Dompu tempo dulu, seperti di jaman kerajaan Sanggar, atau berada di pedalaman daerah Dompu. Seketika aku merasa ada di bawah sebatang pohon besar yang rindang, duduk di serangge, ada anak-anak kecil main gopa di sekitarku, wah aku semakin jauh menelusuri perasaanku. Aku sampai-sampai menambah beberapa sendok nasi lagi. Sedap betul deh masakannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kau Mampir Hari Ini

Yang paling berat dari kepergian mu…

Sebesar apa sayangnya Rin ke Bunda?