Merah


Biarkan ombak mengikisnya
Karena tak ada yang
Mengharapkan keberadaannya
Hanya sebagai sampah
Tak berarti di matanya

Ketegaranku berdiri diatas
Batu karang
Tetesan air mata
Dipecah oleh hantaman air laut
Mata memerah
Selaras warna langit

Inikah saatnya
Saat dimana kegelapan menyambut
Kaki polos tanpa alas
Kini berkerut
Dimakan asinnya air laut
Namun masih tetap ingin disini
Aku tak ingin lingkaran cahaya
Habis oleh garis pembatas
Biarkan aku menatap
Merah yang berubah kelam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kau Mampir Hari Ini

Yang paling berat dari kepergian mu…

Sebesar apa sayangnya Rin ke Bunda?