Memaafkan yang berkali-kali


Haru sedang memikirkan Kira. Kemudian ia teringat akan sebuah buku. Buku yang berisi kisah antara Haru dan Kira dari awal mereka berpacaran hingga… kurang lebih setahun setelahnya. Sama dengan umur pacaran Haru dan Kira.

Sebenarnya Haru sudah menutup buku itu dan ia tak ingin membaca lagi. Tapi Haru terus tergoda dengan buku itu, setiap detik Haru melirik ke dalam rak buku warna hitam miliknya. Dan Haru nampaknya tak kuat dengan rasa penasarannya. Akhirnya, pelan, ia meraih buku berwarna merah muda yang terhimpit oleh puluhan buku Haru disana. Tangan Haru bergetar, dan Haru sudah lebih dulu menangis, padahal ia belum membaca satu kata pun, itu karena kenangan pahit yang Haru ingin baca kembali, bagaimana ia pandai memaafkan, berkali-kali, sebanyak Kira menyakiti hatinya.

Aneh, mengapa Haru sangat ingin membaca kisah saat itu, hanya kisah saat ‘itu’ saja. Apa karena ia begitu mencintai sejarah hidupnya? Atau karena mood-nya memang ingin membaca kisah saat ‘itu’? Tiada yang tahu.

Lamat-lamat Haru menatap bagian depan buku itu, dan setelah sekian detik, Haru mulai membuka lembaran pertama buku itu. Tertulis…
Lewat lembaran lembaran buku ini,
Tertulis waktu yang pernah ku hirup… bersamamu

Haru menelan ludah. Ia melanjutkan membuka lembaran berikutnya…
Parkiran di terminal…
Baru beberapa kata yang dibaca Haru, cepat Haru membuka lembaran berikutnya, seperti membaca sesuatu yang tidak seharusnya dibaca, gelagapan, ia takut.
Ia masih mencari tulisannya tentang peristiwa waktu itu, meskipun Haru sudah cepat cepat membalik lembaran buku itu, masih saja ada beberapa kata yang terekam di mata Haru, lebih sering muncul kata sakit, kadang tangis, dan satu kalimat kesekian kalinya cintaku memaafkanmu. Haru terdiam untuk beberapa saat, tatapannya kosong pada kalimat itu, kemudian melanjutkan kebagian pertengahan buku itu.

Tiba juga Haru pada tulisan yang dimaksud. Tertulis tanggal 15 Januari 2012.
Haru menyimak tulisannya itu.

Aku pikir hujatan kata-kata pedas dan dalam itu adalah ujung. Ternyata ada pengakuan, sebuah pengakuan yang menyakitkan…

Napas Haru tertahan setelah membaca paragraf pertama. Dan selang beberapa baris berikutnya...

Airmata. Biarpun cair beribu-ribu liter, tak bisa menyatukan kembali hati yang telah hancur. Puing-puingnya terlalu kecil…

Selama setahun aku hanya mencintai seseorang yang sedang… dilema…
Kali ini Haru tak kuasa menahan lagi bulir air matanya, menggelinding dipipinya, lalu jatuh. Apa lagi akhir dari peristiwa 15 Januari itu, Haru ‘memaafkan’ Kira. Bisa bayangkan? Bagaimana Haru memaafkan Kira yang mengaku telah dilema memilih Haru atau mantannya, dan itu berlangsung selama setahun, itu artinya selama mereka pacaran Kira hanya merasakan dilema, Kira hanya… sepertinya tak ada cinta untuk Haru, apa lagi Haru sering dihujat kata kasar. Lalu Haru selama ini…. Hhh.. untuk apa???!

Itu mungkin yang Haru pikirkan. Bukan. Bukan tentang dilema. Melainkan “memaafkan”. Sebab hingga saat ini Haru selalu memaafkan Kira. Haru menutup buku itu, ia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, kini ia memikirkan ulang soal memaafkan yang berkali-kali itu, sebab tadi itu hanya salah satu, masih ada yang lain.

Hati Haru memohon, “tolong jangan ada lagi. Meski kamu tahu aku pasti memaafkanmu”



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kau Mampir Hari Ini

Yang paling berat dari kepergian mu…

Sebesar apa sayangnya Rin ke Bunda?