Tentang Layang-layang

Percakapan dua orang yang mungkin tentang layangan. Percakapan yang hanya keduanya yang tau, yang lain hanya menduga dan mengaitkan dengan kisah masing-masing.
E: pikiranku sedang melayang-layang
D: layangan kali melayang-layang
E: Ibaratnya begitulah
D: awas sampai terputus talinya, jangan dilayangkan terlalu tinggi
E: aku malah berharap layangan ini putus saja, daripada ia mengganggu burung-burung itu yang sedang terbang berbaris indah
D: kenapa kau tidak ikut terbang bersama burung itu, dan kenapa pula kamu biarkan layangan itu terputus? Bagaimana kalau layangan itu benar-benar terputus dan tak tau arah kemana akan tersangkut.
E: diriku sangat ingin terbang bersama mereka. Dan soal layangan, biarkan ia terputus, aku sudah tidak peduli, ia hanya menyakiti tanganku dengan sayatan benangnya yang tajam. Menyakitkan.
D: jangan biarkan tali layanganmu putus, walau benangnya menyakiti tanganmu, sesakit apapun kamu harus bertahan karena benang itulah kemudimu.
E: bagaimana mungkin aku terus mengemudi layangan ini sedang anginpun tak kau dapati.
D: walau kau tak bisa mengemudikan layangan itu tanpa angin, tapi dirimu bisa berlari membuat angin agar layangan itu bisa terbang.
E: jadi maksudmu, dirikulah yang memegang semua kendali atas layangan itu? Lalu kapan aku memperoleh waktu sejenak untuk menghela napas kebebasan?
D: iya, semuanya bergantung padamu. Jika kau lelah, maka turunkan saja layanganmu.
E: Sebenarnya aku ingin layangan ini terus terbang, menari-nari mengikuti lekuk bentuknya. Dan ternyata, aku belum terlalu mengerti akan apa yang sebetulnya jiwaku mau.
D: Yang bisa kamu lakukan satu-satunya sekarang adalah, mempertahankan layangan milikmu ini, dengan ketulusan, hingga batas waktu yang belum terlihat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kau Mampir Hari Ini

Yang paling berat dari kepergian mu…

Sebesar apa sayangnya Rin ke Bunda?